RSS

Me.,

Foto saya
just a little girl with many dreams wanna come true!!!!!!!!

PENGERTIAN SEL DAN TEORI MENGENAI SEL

2.4 PEMBAHASAN


PENGERTIAN SEL DAN TEORI MENGENAI SEL

By - ahmad cecep sofyan hariri . Selasa, April 13, 2010



PENGERTIAN SEL

Fakta menunjukkan bahwa tubuh manusia tersusun atas kumpulan sel-sel. Sel-sel berkelompok membentuk suatu jaringan, dan kemudian jaringan-jaringan akan menyusun organ. Organ mempunyai beragam bentuk dan fungsi. Organ-organ tersebut saling berkaitan satu sama lain untuk membentuk suatu sistem. Sistem organ inilah yang akan membentuk organisme baru. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi

B BEBERAPA TEORI MENGENAI SEL



Beberapa ahli telah mencoba menyelidiki tentang struktur dan fungsi sel, dan kemudian muncullah beberapa teori tentang sel. Sejarah ditemukannya teori tentang sel diawali penemuan mikroskop yang menjadi sarana untuk mempermudah melihat struktur sel. Berbagai penelitian para ahli biologi, antara lain seperti berikut.



1. Robert Hooke (1635-1703)

Ia mencoba melihat struktur sel pada sayatan gabus di bawah mikroskop. Dari hasil pengamatannya diketahui terlihat rongga-rongga yang dibatasi oleh dinding tebal. Jika dilihat secara keseluruhan, strukturnya mirip sarang lebah. Satuan terkecil dari rongga tersebut dinamakan sel.



2. Schleiden (1804-1881) dan T. Schwann (1810-1882)

Mereka mengamati sel-sel jaringan hewan dan tumbuhan. Schleiden mengadakan penelitian terhadap tumbuhan. Setelah mengamati tubuh tumbuhan, ia menemukan bahwa banyak sel yang tubuh tumbuhan. Akhirnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tumbuhan adalah sel. Schwann melakukan penelitian terhadap hewan. Ternyata dalam pengamatannya tersebut ia melihat bahwa tubuh hewan juga tersusun dari banyak sel. Selanjutnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tubuh hewan adalah sel. Dari dua penelitian tersebut keduanya menyimpulkan bahwa sel merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup.



3. Robert Brown (Scotlandia, 1831)

Pada tahun 1831, Brown mengamati struktur sel pada jaringan tanaman anggrek dan melihat benda kecil yang terapung-apung dalam sel yang kemudian diberi nama inti sel atau nukleus. Berdasarkan analisanya diketahui bahwa inti sel selalu terdapat dalam sel hidup dan kehadiran inti sel itu sangat penting, yaitu untuk mengatur segala proses yang terjadi di dalam sel.



4. Felix Durjadin (Prancis, 1835) dan Johannes Purkinye (1787-1869)

Pada tahun 1835, setelah mengamati struktur sel, Felix Durjadin dan Johannes Purkinye melihat ada cairan dalam sel, kemudian cairan itu diberinya nama protoplasma.



5. Max Schultze (1825-1874)

Ia menegaskan bahwa protoplasma merupakan dasar-dasar fisik kehidupan. Protoplasma merupakan tempat terjadinya proses hidup. Dari pendapat beberapa ahli biologi tersebut akhirnya melahirkan beberapa teori sel antara lain:

a. sel merupakan unit struktural makhluk hidup;

b. sel merupakan unit fungsional makhluk hidup;

c. sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup;

d. sel merupakan unit hereditas.



6. Rudolf Virchow (1858)

menyatakan bahwa setiap cel berasal dari cel sebelumnya (omnis celulla ex celulla).



7. Hanstein (1880)

menyatakan bahwa sel tidak hanya berarti cytos (tempat yang berongga), tetapi juga berarti cella (kantong yang berisi)



Beberapa teori sel itu menunjukkan betapa pentingnya peranan sel karena hampir semua proses kehidupan dan kegiatan makhluk hidup dipengaruhi oleh sel.



materi PENGERTIAN SEL DAN TEORI MENGENAI SEL di ambil dari buku Biologi Kelas 11 karangan Endang Sri dari BSE Depdiknas. kunjungi juga : http://ahmad-cecep.blogspot.com/































































STRUKTUR SEL

Sel terdiri dari sel prokariotik dan sel eukariotik

 Stuktur sel prokariotik :















By : (Sylvia A. Price)

Gambar sel prokariotik

































 Sel Eukariotik



No

Nama Fungsi



































MEMBRAN SEL ATAU MEMBRAN PLASMA ATAU PLASMALEMA.

Semua sel diliputi oleh membran sel atau membran plasma atau plasmalema yang tebalnya + 7,5 nm dan karena itu sering tidak tampak pada mikroskop cahaya, dan baru terlihat jelas dengan mikroskop elektron.

Membran sel merupakan lapisan tipis yang meliputi permukaan sel yang berfungsi sebagai sawar selektif yang mengatur transpor bahan yang masuk dan keluar sel. Sifat permeabelnya memungkinkan difusi ion dan gas dalam larutan masuk dan keluar sel, tetapi mencegah masuknya molekul yang lebih besar secara positif.

Dengan mikroskop elektron, membran sel memperlihatkan struktur “ satuan membran” yang terdiri atas dua garis tebal, masing- masing setebal 2,5 nm, dipisahkan oleh lapisan tengah yang jernih setebal 3 nm.

Berbagai model untuk membran sel telah diajukan menurut model Davson Danielli menganggap lapisan tengah itu lipid yang dibungkus protein pada setiap permukaannya.

Lipid membran itu, kebanyakan fosfolipid, mempunyai ujung pola fosfat hidrofilik dan ujung nonpolar hidrofobik (ekor asam lemak).

Pada membran sel, fosfolipid tersusun dalam dua lapis monomolekular dengan ujung fosfat hidrofilik pada permukaan luar yang berbatasan dengan kedua lapisan protein dan ekor hidrofibik berhadapan satu sama lain ditengah membran.

Jadi kedua garis tebal dari satuan membran merupakan perwujudan dua selubung protein di permukaan,dengan lapis tipis di tengah sebagai daerah yang bening.

Model lain yaitu model mozaik cair “Singer and Nicholson” yang saat ini telah umum diterima, yang mengemukakan bahwa protein membran berbentuk globular dan mengambang seperti gunung es dalam larutan lipid.

Protein membran integral ternyata mempunyai daerah hidrofobik dan darah hidrofilik dan daerah hidrofobik terpendam di dalam lipid di tengah membran, sedangkan darah hidrofilik terbentang pada permukaannya.

Membran plasma merupakan perwujudan sawar lipid, bagi lalu lintas berbagai bahan,yang sebagian ditentukan oleh keterlarutannya di dalam lipid.

Untuk memelihara lingkung intraselular diperlukan transpor membran selektif, baik aktif maupun pasif,dengan memasukan bahan makanan ke dalam sel dan mengeluarkan bahan yang lain.

Secara fisiologi diperkirakan pada membran sel terdapat pori,walaupun secara morfologi belum dapat di buktikan. Membran sel juga menerima isyarat dari hormon dan neurotransmitter.

Pada sel sasaran hormon itu harus masuk menembus membran plasma (terjadi pada hormon steroid,mungkin karena larut dalam lipid) atau harus meneruskan pesannya menyeberangi membran tanpa menembusnya (hormon glikoprotein yang terikat pada reseptor khusus pada permukaan luar sel)

Membran sel berbeda dari membran lainnya karena permukaan luarnya dilapisi gikoprotein, yaitu selubung sel atau filamen.

Tebalnya sangat bervariasi, tetapi pada beberapa sel dapat di perlihatkan dengan teknik PAS, misalnya pada permukaan apikal atau luminal epitel usus. Di sini terdapat tonjolan – tonjolan mirip jari- jari kecil pada permukaan sel dan di sebut mikrovili dengan mikroskop elektron terlibat berupa materi filamen – filamen halus.

Agaknya semua permukaan sel mempunyai glikokaliks. Glikokaliks di bentuk oleh rantai karbohidrat dari glikoprotein pada permukaan membran sel yang menonjol dari permukaan luar,dan mungkin berhubungan dengan polisakharida lain yang disintesis oleh sel.

Glikoprotein, glikopeptida, dan glikolipid hanya terdapat dilapisan luar dan terdapat perbedaan komposisi lipid diantara kedua lapisan tadi.

Molekul-molekul yang lebih besar dapat memasuki sel dengan cara pinositosis, yaitu membran sel setempat, melekuk kedalam bungkus cairan atau benda lain dan kemudian apabila lepas membentuk suatu gelembung bermembran didalam sel.

Apabila materi yang relatif besar dan padat seperti mikroorganisme, ikut masuk dalam vakuol, maka proses ini disebut fagositosis. Pinositosis dan fagositosis, keduanya merupakan contoh endositosis.

Kebalikan dari proses ini yaitu pengeluaran materi di sebut eksositosis. Dalam hal ini membran butir atau tetes ekskresi menyatu dengan plasmalema dan melepaskan isinya keluar.

Semua proses tersebut berlangsung melalui pembentukan vesikel di dalam sitoplasma, sekalipun di situ sudah terdapat benda vesikel yang lain.

Gelembung mikropinositosis atau kaveol intra sel berdiameter hanya sekitar 50 nm dan berperan dalam transpor protein dan molekul lainnya. Mereka itu terutama banyak terdapat didalam sel endotel atau mesotel didalam sel-sel otot polos.



























Fungsi membran



 Selective barrier, mengatur lalu lintas molekul

 Menjaga milieu intra selular agar konstan

 Interaksi sel dengan lingkungan



 Ion transport

- Melalui protein integral (ion channel)

- Memerlukan energi dari ATP

 Fluid-Phase Pinocytosis

- Invaginasi membran sel, pinocytic vesicle,

 Receptor-Mediated Endocytosis

- Ikatan reseptor dengan ligand, coated pit, invaginasi, endosome, lysosome

 Phagocytosis

- Sitoplasma menjulur, mengurung bakteri, membentuk phagosome, lysosome

 Exocytosis

- Produk sel dibungkus membran, dilepaskan ke permukaan melalui fusi dengan membran sel





Pinocytosis







Receptor-mediated endocytosis

















Lipid membran sel

 Fosfolipid

- Unsur utama membran sel

- Tersusun membentuk 2 lapisan

 Kolesterol

- Pada membran sel diantara fosfolipid

- Meningkatkan permeability-barrier

- Sel mengatur fluiditas membran melalui jumlah kolesterol

 Glikolipid

- Sugar containing lipid molecules, pada permukaan

- Contoh: Gangliosides pada permukaan sel saraf



Protein membran sel

 Peripheral membrane protein

- melekat ke membran melalui ikatan non kovalen dengan protein membran lain

- Mudah dilepaskan dari membran (dengan larutan garam)

 Integral membrane protein

- Trans Membrane Protein

- Hanya dapat dilepaskan memakai deterjen

























Karbohidrat membran sel



 Pada permukaan membran

- Sebagai glikoprotein, terikat pada protein membran

- Sebagai glikolipid, terikat pada lipid membran

- Sebagai rantai polisakarida dari proteoglikan integral

- Sebagai cell coat (glycocalyx) melapisi permukaan sel

• Juga mengandung glikoprotein dan proteoglikan hasil sekresi sel



Glikolipid, glikoprotein















SITOPLASMA

Dengan mikroskop cahaya, biasanya sitoplasma kelihatan homogen,tetapi mungkin terlihat daerah yang granular, fibrilar atau vakuolar.

Sitoplasma mengandung berbagai macam bangunan kecil dan fungsinyapun berbeda-beda. Variasi fungsi berbagai jenis sel di cerminkan oleh perbedaan penampilan sitoplasmanya.

Hal ini di sebabkan oleh adanya variasi jumlah dan jenis bangunan kecil didalam sitoplasma tadi. Variasi penampilan berbagai jenis sel juga bergantung pada aktivitas metabolisme sel.

Terdapat dua jenis utama komponen sitoplasma yaitu :

Organel:

Merupakan komponen hidup unsur stuktural sel yang di temukan didalam semua sel, yang secara metabolik aktif melakukan fungsi spesifik yang penting.

Yang termasuk organel adalah mitokondria, kompleks (aparat) Golgi, lisosom, sentrosom, retikulum endoplasmik kasar (granular), ribosom, mikrotubul, mikrofilamen, retikulum endoplasma licin (agranular)

Inklusi :

Merupakan kumpulan metabolik atau produk sel yang tak hidup yang secara metabolik inaktif, misalnya endapan pigmen, granul sekresi atau metabolit simpanan seperti lipid dan karbohidrat.

Tapi dengan berkembangnya ilmu biologi sel, daftar yang termasuk dalam organel sel, makin panjang dan penggolongan tradisional beberapa stuktur sebagai inklusi kini dipertanyakan.

Misalnya melanosom, granul pigmen yang dahulu dipandang sebagai tidak aktif, kini ternyata memiliki struktur intern yang sangat terorganisir dan memiliki aktifitas enzim, sehingga menyebabkan melanosom digolongkan sebagai organel.

Begitu juga granul sekresi, yang dahulu dipandang sebagai himpunan produk sel semata- mata, kini ternyata di batasi membran yang memiliki enzimatik aktif dan karenanya sesuai dengan organel.

Dengan mikroskop elektron tampak sejumlah unsur berfibril di dalam sitoplasma yang tidak terlihat dengan mikroskop cahaya. Unsur berfibril ini di golongkan dalam kategori tersendiri yaitu sitoskelet.



















Macam-Macam Organel Adalah:

Mitokondria:

Berperan dalam metabolisme energi sebagai sumber utama ATP dan merupakan tempat dari banyak reaksi metabolisme. Mereka merupakan sumber energi terbesar di dalam sel.

Aparat (kompleks) Golgi:

Aparat Golgi menerima vesikel- vesikel dari retikulum endoplasma mengubah isi dan membran pembungkusnya,meneruskan hasil pengolahan dalam bentuk vesikel sekresi.

Aparat golgi juga berperan dalam mensintesis mukopolisakarida sulfat yaitu dalam sel Goblet dari mukosa usus.

Jadi aparat Golgi berperan penting dalam aliran membran, pemindahan, dan pemekatan materi sekresi dan pelepasannya, dalam mensintesis produk sekresi tertentu, khususnya glikoprotein dan mukopolisakarida ,dan mungkin dalam pembentukan lisosom.





Lisosom :

Berwujud badan kecil bermembran yang mengandung berbagai macam asam hidrolase. Mereka merupakan suatu sistem percerna intra sel dengan kemampuan memecah materi yang berasal dari luar maupun dari dalam sel.

Lisosom berperan serta dalam percernaan, bentuknya tergantung kepada keadaan fungsinya. Hal ini mengakibatkan adanya bentuk yang bermacam-macam atau “pleomofisme”

Retikulum endoplasma kasar (granular).:

Membran retikulum membungkus suatu ruang intra sel yang melepaskan produk –produk yang baru selesai di buat.

Yang melekat pada permukaan luar membran adalah ribosom, maka lahirlah istilah Retikulum endoplasma granular.

Fungsi utama Retikulum endoplasma adalah membuat unsur protein dari sekret dan disimpan di dalam ruang intrasisterna.

RIBOSOM

Ribosom merupakan tempat untuk merangkaikan asam amino menjadi peptida-peptida dan protein atau tempat sintesis protein

Retikulum endoplasma licin (agranular) :

Tersusun oleh membran –membran dengan permukaan licin tanpa ribosom dan umumnya berbentuk tubular atau vesicular.



Dia berfungsi pada biosintesis hormon-hormon steroid dan banyak terdapat dalam sel Leydig testis yang menghasilkan kortikosteroid dan sel-sel korpus luteum pada ovarium yang menghasilkan progesteron.

Juga berhubungan dengan metabolisme sejumlah obat-obatan yang larut dalam lemak, seperti barbiturat.

Sel-sel silindris usus berperan dalam absorpsi lemak atau lipid, meresintesis trigliserida dan monogliserida,dan asam-asam lemak yang di absorpsi ke dalam sel, dan meneruskan trigliserida itu kedalam pembuluh limf usus.

Mikrotubul

Adalah bangunan Langsing berbentuk silindris, berongga, tidak bercabang, dengan diameter 25 nm dan panjang tidak menentu.

Mikrotubul mempunyai berbagai fungsi. Hubungannya dengan silium (tonjolan sel yang dapat bergerak) sebagai unsur struktur maupun sebagai unsur tenaga penggerak.

Ditempat lain pada umumnya mikrotubul dianggap mempunyai fungsi untuk kerangka sel, dalam arti memberi bentuk pada sel.

Mikrotubul berinteraksi dengan unsur lain seperti filamen untuk menentukan arah gerak sitoplasma.

Mikrofilamen

Mikrofilamen terdapat pada hampir semua jenis sel bukan otot, sering kali berhubungan erat dengan mikrotubul. Mikrofilamen merupakan protein kontraktil.

Filamen sedang (intermediat) terdapat pula di dalam sel otot yang rupanya membentuk semacam kerangka sel (sitoskelet) dan agaknya mengandung proten desmin.

Filamen sedang disusun oleh seperangkat subunit protein, garis tengahnya 8-10 nm dan terdapat di bagian sel yang mengalami tekanan mekanis.

Empat subunit protein yang ada ialah:

Keratin :

Pada sel-sel epitel (disebut juga sitokeratin atau tonofilamen). Fungsinya secara mekanis, menstabilkan bentuk sel dan memperkuat penambatannya pada sel lain dan pada laminabasal.

Vimentin :

Filamen sedang berbagai sel non epitelial, terutama yang berasal dari mesenkim.

Desmin :

Pada berbagai jenis sel otot yang dapat di kopolimerisasikan dengan vimentin.





Asam glia fibrilar :

Dapat juga berkopolimerisasi dengan vimentin, terdapat dalam neurofilamen sel glia, khususnya astrosit.

Sitoskelet :

Konsistensi sitoplasma mirip jelli disebabkan oleh kisi-kisi tiga dimensi dari filamen yang membentuk kerangka struktur yang disebut sitoskelet.

Komponen utamanya adalah :

 Mikrotubul lurus dan langsing

 Mikrofilamen

 Filamen intermediat



INTI SEL



Terdapat pada semua sel kecuali pada eritosit dewasa dan trombosit. Bentuk inti disesuaikan dengan bentuk sel, tetapi pada umumnya berbentuk bulat/lonjong.



Inti sel bersifat basofilik karena mengandung asam nukleat, protein basa (histon) dan beberapa protein asam.



Volume inti sel berhubungan dengan kandungan DNA nya (jumlah kromosom). Volume inti sel bertambah seiring dengan peningkatan aktifitas sintesis dari sel yang bersangkutan.



Inti sel mengandung materi genetik sel dan berpengaruh langsung pada aktifitas metabolik sitoplasma.



Sel yang tidak mempunyai inti seperti eritrosit, tidak mempunyai kemampuan mensintesis protein, tidak dapat melakukan pembelahan sel, dan aktifitas metaboliknya terbatas.



Antara inti sel dan sitoplasma terdapat pertukaran zat secara tetap.



Inti sel interfase atau sel istirahat (yang tidak sedang membelah) dibatasi oleh selubung inti/ membran inti, terisi getah inti atau karioplasma dan mengandung kromatin inti dan sebuah anak inti.



Membran inti adalah, selaput tipis dan gelap mengelilingi inti sel dan memisahkannya dari sitoplasma sel, tebalnya hanya 40 nm.



Pada permukaan dalamnya menempel kromatin dan sejumlah bahan fibrosa, sehingga dapat dilihat dengan mikroskop cahaya.



Dengan mikroskop elektron terlihat membran inti ada 2 selaput setebal 7 nm, yaitu selaput luar dan selaput dalam, membran ruang sekitar inti (sisterna) selebar 25 nm.



Selaput luar mengadung ribosom pada sisi yang menghadap sitoplasma dan seringkali berhubungan dengan membran retikulum endoplasma.



Pada selubung inti terdapat pori (40-100 nm) terdiri atas cincin luar. Pori berperan memindahkan materi antara inti sel dan sitoplasmanya.



KARIOPLASMA



Adalah daerah jernih dan kosong pada inti yang tidak diisi oleh anak inti atau kromatin.



Karioplasma adalah larutan koloid setengah cair dan didalam nya terdapat bahan kromatin dan anak inti, dan dipakai sebagai medium difusi metabolit dan makromolekul yang lebih besar.



KROMATIN INTI



Pada sel yang sedang membelah, kromosom-kromosom tidak lain adalah benang-benang kromatin yang tergulung padat dan dapat dilihat dengan mikroskop cahaya.



Kromatin adalah bahan inti yang mengadung DNA & Protein. Pada inti interfase, kromatin tersebar tidak merata.



Ada 2 jenis eukromatin :



 Eukromatin (kromatin terurai) tersebar longgar, secara metabolik, Eukromatin aktif dalam mensintesis RNA, mensintesis protein.



 Heterokromatin (kromatin padat) yang secara metabolik relatif tidak aktif.



NUKLEOLUS



Setiap inti interfase mengadung 1-4 buah inti.

Nukleolus berbentuk bulat/ lonjong, berwarna gelap, tidak dibatasi oleh membran dan dapat

bebas didalam karioplasma atau melekat pada selubung inti sebelah dalam.



































FUNGSI SEL

Fungsi utama Sel

 Movement

 Conductivity

 Metabolic absorption

 Secretion

 Excretion

 Respiration

 Reproduction

Sel- sel dengan fungsi umum yang sama tergabung bersama oleh matriks ekstrasel (substansi intersel) yang bervariasi jumlahnya membentuk jaringan misa2lnya jaringan otot, tulang dan sebagainya. Dua atau lebih jaringan bersama- sama membentuk unit fungsional yang lebih besar disebut organ misalnya kulit, ginjal, paru, dan sebagainya. Beberapa organ dengan fungsi terkait membentuk sistem organ, misalnya sistem pernafasan ( terdiri atas hidung, laring, trakea dan paru) atau sistem perkemihan ( terdiri atas ginjal, ureter, kandung kencing dan uretra).

Fungsi sel lainnya ialah :

 Menjalankan fungsi metabolik tingkat seluler. Sehingga dapat menghasilkan energi pada tingkat seluler

 Saling berhubungan dan membentuk suatu sistemkerja atau jaringan

 Menyimpan atau menyampaikan materi genetik (terdapat pada Nukleus)

Menjalankan fungsi spesifiknya

 Sel darah merah (eritrosit), menjalankan fungsinya sebagai alat transportasi.

 Sel darah putih (leukosit), menjalankan fungsinya sebagai anti bodi tubuh.

 Sel saraf, menjalankan fungsinya dalam mengkantarkan rangsang maupun dalam menghantarkan reaksi ke motorik.

Menjalankan fungsinya sebagai unit terkecil kehidupan (seperti makhluk hidup)

 Pengambilan makanan (endositosis)

 Pencernaan benda asing dalam vesikel (lisosom)

 Regenerasi jaringan dan autolisis

 Sintesis dan pembentukan struktur sel (retikulum Endoplasma dan Aparatus Golgi)

 Pengambilan Energi dari zat makanan (mitokondria).

Pengambilan makanan oleh sel-endositosis

Sel mengambil zat makanan dan zat lainnya melewati membran sel, melalui difusi dan tranpor aktif.

Bentuk utama endositosis adalah:

 Pinositosis

 Fagositosis

Proses pencernaan benda benda asing dal vesikel pinositotik dan fagositosik di dalam sel ( fungsi lisosom)





 Vesikel pinositotik dan fagositosik yang bergabung dengan lisosom dapat disebut sebagai organ pencernaan sel.

 Lisosom juga berfungsi sebagai penghancur sel rusak/bagian sel yang rusak di jaringan.

 Lisosom juga mengandung bahan bakterisid yang dapat membunuh bakteri yang sudah difagosit, sebelum bakteri tersebut menimbulkan kerusakan sel.

Sintesis dan pembentukan struktur sel oleh retikulum endoplasma dan aparatus golgi



 Fungsi retikulum endoplasma

 Fungsi aparatus golgi



Pengambilan energi dan zat makanan fungsi mitokondria



 Karakteristik fungsi ATP

 Proses kimiawi yang terdapat dalam pembentukan ATP

 Penggunaan ATP untuk fungsi sel



























MENGAPA SEL SANGAT PENTING BAGI KITA ?

Makhluk hidup dibentuk oleh sel, ada yang dibangun oleh satu sel atau uniseluler, misalnya bakteri, atau dapat berupa kumpulan sel atau multiseluler, misalnya manusia, hewan, tumbuhan.

Di dalam sel berlangsung semua kegiatan kehidupan seperti respirasi, ekskresi, transportasi, sintesis, reproduksi, sekresi, dan respon (tanggapan) terhadap rangsangan. Sel merupakan unit terkecil yang menyusun tubuh makhluk hidup dan merupakan tempat terselenggaranya fungsi kehidupan. Manusia terdiri dari berbagai jenis sel yang melakukan fungsi penting untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Selain itu juga merupakan unit hereditas atau pewaris yang menurunkan sifat genetik dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Sel- sel dengan fungsi umum yang sama tergabung bersama oleh matriks ekstrasel (substansi intersel) yang bervariasi jumlahnya membentuk jaringan misalnya jaringan otot, tulang dan sebagainya. Dua atau lebih jaringan bersama- sama membentuk unit fungsional yang lebih besar disebut organ misalnya kulit, ginjal, paru, dan sebagainya. Beberapa organ dengan fungsi terkait membentuk sistem organ, misalnya sistem pernafasan ( terdiri atas hidung, laring, trakea dan paru) atau sistem perkemihan ( terdiri atas ginjal, ureter, kandung kencing dan uretra).

Sel mempunyai dua bagian yang utama yaitu nukleus dan sitoplasma. Nukleus dipisahkan dari sitoplasma oleh membran nukleus, dan sitoplasma dipisahkan dari cairan di sekitar sel oleh membrane sel, yang disebut juga membran plasma.

Berbagai macam zat yang turut membentuk sel secara keseluruhan disebut protoplasma. Protoplasma terutama terdiri atas lima zat dasar : air, elektrolit, protein, lipid dan kabrohidrat.

Sel juga memiliki beberapa fungsi yaitu :

a. Memperoleh makanan (zat gizi) dan oksigen (o2) dari lingkungan yang mengelilingi sel.

b. Menjalankan berbagai reaksi kimia yang menggunakan zat gizi dan o2 untuk menghasilkan energy bagi sel;

c. Mengeluarkan karbon dioksida (CO2) dan zat-zat sisa atau produk sampingan yang dihasilkan selama reaksi-reaksi kimia di atas ke lingkungan disekitar sel;

d. Mensintesis protein dan komponen lain yang diperlukan untuk membentuk struktur seluler, untuk pertumbuhan, dan menjelaskan fungsi tertentu sel;

e. Menjadi sensitive dan responsive terhadap perubahan yang terjadi dilingkungan sekitar sel;

f. Mengontrol pertukaran berbagai zat antara sel dan lingkungan disekitarnya;

g. Memindahkan zat-zat dari salah satu bagian sel ke bagian lain ketika menjalankan aktivitas sel, bahkan sebagian sel dapat menggerakan seluruh dirinya melintasi lingkungannya; dan

h. Pada kebanyakan sel, bereproduksi. Beberapa sel tubuh, misalnya sel saraf dan sel otot, telah kehilangan kemampuan untuk bereproduksi.. apabila sel-sel ini rusak akibat trauma atau proses penyakit, mereka tidak dapat digantikan.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa sel itu merupakan unit terkecil yang menyusun tubuh makhluk hidup dan merupakan tempat terselenggaranya fungsi kehidupan, selain itu sel juga memiliki peranan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup makhluk hidup.





















































SIKLUS SEL

Kontinuitas kehidupan

Didasarkan atas reproduksi sel atau pembelahan sel

Fasa pada siklus sel

1. Fasa S (sintesis)

2. Fasa M (mitosis)

3. Fasa G (gap)

4. Interfasa



PEMBELAHAN SEL

Pembelahan sel adalah untuk keperluan pertumbuhan dan pergantian di dalam jaringan.

Pembelahan sel mencakup pembelahan sitoplasma (sitokinesis) maupun pembelahan inti sel (kariokinesis).

Pada sel Somatik, pembelahan inti terjadi dengan mitosis dan didahului oleh replikasi DNA.





























Tipe pembelahan sel

Mitosis:

1. Growth, development & repair

2. Asexual reproduction (yields identical cells)

3. Terjadi dalm somatic (badan) sel



Tahap-tahap Mitosis :



1. Interfase : terlihat selaput inti, nukleolus, kromatin dan sepasang sentriol.



2. Awal Profase : Kedua sentriol membentuk bintang, selaput inti dan inti terurai/menyebar dan kromosom menjadi tampak.



3. Akhir profase : Suatu spindel dibentuk diantara kedua sentriol. Selaput nuclear menghilang dan inti terpecah dan tersebar di atas kromosom, dilukiskan 4 kromosom, masing-masing membelah menjadi dua kromatid dan masing-masing bersatu hanya pada sentromer.



4. Metafase : Kromosom (pasangan kromatid) diatur pada equator dari spindel.



5. Anafase : Kromosom membelah dan kromatin masing-masing bergerak menuju kekutub sel.



6. Awal Telofase : Kromatid (sekarang kromosom) setiap anak sel menjadi tidak bergelung, selaput nuklear dan nukleolus dibentuk kembali, dan sentriol mengganda.



7. Akhir Telofase : Membran plasma mengkerut dan dibentuk dua buah anak sel.



Meiosis:

1. Sexual reproduction (yields different cells)

2. Terjadi lebih spesifik di dalam reproduksi sel.

3. menghasilkan sel anak yang tidak identik dengan induk yaitu hanya memiliki 1 set kromosom.





























Kehidupan sel



 Sel membelah diri sebentar

 Sebagian besar hidup sel dalam masa interphase:

- fungsi sel normal fase Go

- persiapan untuk membelah

diri fase G1. S dan G2

 Sel otot lurik & sebagian besar neuron Go terus menerus (tidak pernah membelah diri)

 Stem cells membelah diri berulang-ulang tidak pernah masuk Go

ITERPHASE

Fase G1 (8-12 jam) : sel siap membelah diri, dibuat cukup mitokondria, sitoskeleton, retikulum endoplasmik, ribosom, dll.

Fase S (6-8 jam): menduplikat kromosom, al: replikasi DNA

Fase G2 (2-5 jam) : selesaikan replikasi sentriol masuk fase M (mitosis)

Fase Go = fase berfungsi normal sangat bervariasi







JENIS – JENIS SEL



A. Berdasarkan jumlah sel :









Sebenarnya ukuran setiap sel itu pada setiap organisme relatif sama, tapi yang membedakannya adalah jumlah sel yang dimilikinya



B. Berdasarkan Keadaan Kromosom dan Fungsinya :



 Sel Somatis sel yang menyusun tubuh dan bersifat diploid

 Sel Germinal. sel kelamin yang berfungsi untuk reproduksi dan bersifat haploid



C. Berdasarkan keadaan inti sel :

















 Sel prokariotik



Sel Prokariotik. Kata prokariota (prokaryote) berasal dari bahasa Yunani, pro yang berarti “sebelum” dan karyon yang artinya “kernel” atau juga disebut nukleus. Sel prokariotik tidak memiliki nukleus. Materi genetiknya (DNA) terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut nukleoid, tetapi tidak ada membran yang memisahkan daerah nukleoid ini dengan bagian sel lainnya.



 Sel eukariotik

sel eukariotik, eu berarti “sebenarnya”dan karyon berarti nukleus. Eukariotik mengandung pengertian memiliki nukleus sesungguhnya yang dibungkus oleh selubung nukleus.













Struktur Prokariotik Eukariotik

1 Membran nukleus - +

2 Membran plastida - +

3 Nukleus - +

4 Nukleolus - +

5 Plastida - +/-

6 Mitokondria - +

7 Badan golgi - +

8 Kromosom + (tunggal) + (ganda)

9 DNA + (telanjang) + (dengan protein)

10 RNA + +

11 Histon - +

12 Pigmen + +

13 Pembelahan amitosis Mitosis/meiosis







P









Perbedaan sel eukariotik dan sel prokariotik





































KOMUNIKASI ANTAR SEL



Informasi atau rangsang sel I akan

menimbulkan respons pada sel II secara:

 Direct communication

 Extracellular chemical messenger



a. Direct communication Gap junction

b. Extracellular chemical messenger

- Paracrine communication(tetangga)

- Endocrine communication(dgn sel yg jauh)

- Synaptic communication(sambungan saraf dg saraf)

a. Direct communication

 Transmisi: gap junction

 Chemical mediators: ions, small solutes, lipid soluble materials

 Target : sel sekitar



- Paracrine communication



 Transmisi: melalui cairan ekstrasel

 Chemical mediators: paracrine factors

 Target utama: area lokal



- Endocrine communication



 Transmisi: aliran darah

 Chemical mediators: hormon

 Target: sel lain yang punya reseptor tertentu





- Synaptic communication



 Transmisi: celah sinap

 Chemical mediators: neurotransmitor

 Target: terbatas pada area spesifik yang punya reseptor spesifik pada neuron kedua





















b. Extracellular chemical messenger



 Parakrin

 Neurotransmiter

 Hormon

 Neurohormon

















c. Chemical messenger



First messenger : berikatan dg reseptor respon intrasel

- buka / tutup pintu spesifik( ion)

- transfer sinyal ke chemical messenger

intrasel (second messenger )

Second messenger : mencetuskan serial biokimiawi dlm sel transduksi sinyal

d. Transduksi Sinyal



 Dicetuskan oleh ikatan chemical messenger pd reseptor



 Tujuan: - ↑ fungsi (meningkatkan)

- pertumbuhan

- survival

- replikasi (reproduksi sel)

e. Membrane channels(protein)

 Leak channels : selalu terbuka (bocor)

 Gated channels : terbuka / tertutup oleh stimulus



e. Gated channels



 Chemical messenger berikatan dg reseptor membran spesifik

 Mengubah kelistrikan membran sel

 Deformasi mekanik pd channels



f. cAMP & cGMP



Suatu second messenger(di dalam sel)

Rangsang reseptor protein Gα adenil siklase cAMP & cGMP aktifkan protein kinase fosforilasi protein sel > aktif

Dihidrolisis oleh PDE (phosphodiesterase)









































































g. Modifications of second messenger pathways (jalur)



 Jumlah reseptor

 Afinitas reseptor



h. Reseptor sel



Terdapat pada:



 membran sel

 siaAtoplasma

 nukleus



i. Reseptor Membran Plasma



 Terutama untuk menangkap ligand



 Ligand : - hormon

- neurotransmiter

- antigen

- komplemen

- lipoprotein

- mikroba infeksi

-obat

- metabolit

j. Reseptor Adrenergik(adrenalin)



Terdapat pada dinding sel target

Reseptor α α1 dan α2

Reseptor β β1 dan β2

Reseptor α > sensitif thd norepinefrin

Reseptor β1 sama sensitif epi – norepi

Reseptor β2 > sensitif thd epinefrin

Obat: α blocker (penghambat)

β blocker

β2 agonist



j. Reseptor Adrenergik:



α1 : dilatasi pupil , konstriksi arteriol

α2 : kontraksi otot saluran cerna ↓

β1 : denyut jantung: ↑

Β2 : saluran napas: dilatasi





METABOLISME SEL



Metabolisme adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan fisik pengubahan energi dalam tubuh yang menopang dan mempertahankan kehidupan.



Metabolisme mengacu pada reaksi kimia yang berlangsung dalam sel



METABOLISME





KATABOLISME





ANABOLISME

KATABOLISME

 Di dalam sel dilakukan oleh mitokondria

 Energi dihasilkan dari pemecahan glukosa, asam amino, dan asam lemak secara kimia dengan glukosa sebagai sumber terpenting

Tahap Pemecahan Glukosa























GLIKOLISIS

 Glikolisis adalah rangkaian awal reaksi kimia yang menghasilkan asam piruvat dan sedikit ATP.

 Glikolisis berlangsung dalam sitoplasma dan bersifat anaerob (tanpa oksigen).

 Asam piruvat, yang melewati membran ganda pada mitokondria untuk memasuki matriks, kemudian dipecah dalam tahap berikutnya



SIKLUS ASAM SITRAT



 Siklus asam sitrat (siklus krebs) berlangsung dalam matriks mitokondria.

 Proses tersebut menghasilkan sejumlah kecil 12 ATP, karbon dioksida, elektron, dan ion (proton) hidrogen.



TRANSPOR ELEKTRON



 Elektron dan proton kemudian dikirim melalui suatu rantai koenzim, sistem transpor hidrogen dan elektron.

 Pada setiap langkah di sepanjang rantai koenzim, energi bebas diproduksi untuk menfosforilasi ADP ke bentuk ATP, langkah yang disebut fosforilasi oksidasi.

 ATP kemudian berdifusi keluar dari mitokondria menuju sitoplasma untuk dipakai dalam aktivitas selular.



KATABOLISME LIPID DAN PROTEIN



 Molekul lipid dipecah menjadi senyawa yang lebih kecil yang akan masuk ke jalur glikolitik untuk membentuk asam piruvat atau langsung masuk ke dalam siklus asam sitrat

 Protein didegradasi menjadi asam amino, dengan melepas gugus amina, dan masuk ke siklus asam sitrat.

































APA YANG TERJADI BILA SEL RUSAK ?



1. Organel yang sering mengalami kerusakan :

Kerusakan sel dapat terjadi pada berbagai organel sel, tetapi yang paling sering mengalami kerusakan adalah :

1. Membran sel

2. Mitokondria

3. Nukleus

4. Sitoskeleton



2. Penyebab Kerusakan sel :

Sel dapat cedera akibat berbagai stresor. Cedera terjadi apabila stresor tersebut melebihi kapasitas adaptif sel. Stresor penyebab cedera sel adalah sebagai berikut :

- Genetik :

Kerusakan sel yang disebabkan karena adanya kerusakan genetik pada sel tersebut. Kerusakan genetik tersebut bisa berupa terjadinya pemindahan letak genetik sel maupun terjadinya penghapusan sel atau delesi sel.

- Nutrisi :

Kerusakan sel yang disebabkan karena pada suatu sel tertentu mengalami kekurangan nutrisi (deficiency). Hal ini disebabkan karena diet yang tidak sehat dari makhluk hidup tertentu, atau karena asupan makanan yang dimakan memang tidak memenuhi standar kesehatan atau tidak cukup nutrisi.

- Imun :

Kerusakan sel yang disebabkan karena memang adanya kerusakan pada sistem imun sel itu sendiri.

- Endokrin :

Kerusakan sel yang disebabkan karena adanya kekurangan atau kelebihan dari hormon yang kita lakukan untuk beraktivitas.

- Unsur fisik :

Kerusakan sel yang disebabkan karena adanya unsur trauma atau kecelakaan yang pernah kita alami, sehingga sel pun mengalami kerusakan secara otomatis.

- Zat kimia :

Kerusakan sel yang disebabkan dari pemakaian zat beracun atau pemakaian obat-obatan terlarang, sehingga sel pun mengalami kerusakan.

- Infeksi :

Kerusakan sel yang disebabkan infeksi adalah karena adanya sel yang terkena suatu virus, bakteri, parasit atau jamur yang menyerang sel tersebut sehingga mengalami kerusakan.

- Anoxia : kerusakan sel yang disebabkan karena sel tersebut mengalami kekurangan asupan oksigen pada selnya.



3. Akibat dan Mekanisme Adaptasi sel :

Kerusakan pada sel dapat berlanjut menjadi kerusakan jaringan, kerusakan jaringan dapat berlanjut kepada kerusakan organ dan kerusakan organ dapat berakhir pada kegagalan sistem tubuh dalam menjalankan fungsinya. Akibat yang fatal adalah kematian.

Akibat :

1. Cedera sel

Cedera sel terjadi apabila suatu sel tidak lagi dapat beradaptasi terhadap rangsangan. Hal ini dapat terjadi bila rangsangan itu terlalu lama atau terlalu berat. Sel dapat pulih dari cedera atau mati bergantung pada sel tersebut dan besar serta jenis cederanya. Apabila suatu sel mengalami cedera, maka sel tersebut dapat mengalami perubahan dalam ukuran bentuk, sintesis protein, susunan genetik, dan sifat transfortasinya.

2. Kematian sel

Terdapat dua kategori utama kematian sel. Kategori pertama adalah kematian sel nekrotik, terjadi apabila suatu rangsangan yang menyebabkan cedera pada sel terlalu kuat atau berkepanjangan. Nekrortik sel biasanya dicirikan dengan adanya pembengkakan dan ruptur dan organel internal yang kebanyakan mengenai mitokondria. Kategori kedua yaitu apoptosis(kematian sel yang diprogram). Apoptosis adalah suatu proses yang ditandai dengan terjadinya urutan teratur tahap molekular yang menyebabkan disintegrasi sel. Apoptosis tidak ditandai dengan pembengkakan atau peradangan, namun sel yang akan mati menyusut dengan sendirinya dan dimakan oleh sel disebelahnya.

Mekanisme adaptasi sel :

1. Adaptasi terhadap penurunan beban kerja sel

- Atrofi :

Atrofi adalah berkurangnya ukuran suatu sel. Atrofi dapat menjadi suatu respons adaftif yang timbul sewaktu terjadi penurunan beban kerja sel. Dengan menurunnya beban kerja, maka kebutuhan akan oksigen dan gizi juga berkurang. Sehingga pemberian zat gizi vital dan oksigen terhambat untuk perkembangan ukuran sel.

- Metaplasia :

Metaplasia adalah perubahan sel dari satu subtipe ke subtipe yang lainnya. Metaplasia biasanya terjadi sebagai respons terhadap cedera atau iritasi kontinu yang menghasilkan peradangan kronis pada jaringan. Contoh metaplasia adalah perubahan sel saluran pernafasan dari sel epitel kolumnal bersilia menjadi sel epitel panjang.

2. Adaptasi terhadap peningkatan beban kerja sel

- Hiperplasia :

Hiperplasi adalah peningkatan jumlah sel yang terjadi pada suatu organ akibat peningkatan mitosis. Hiperplasia dijumpai pada sel-sel yang dirangsang oleh peningkatan beban kerja, sinyal hormon atau sinyal yang dihasilkan secara lokal sebagai respons terhadap penurunan kepadatan sel.

- Hipertrofi :

Hipertrofi adalah bertambahnya ukuran suatu sel. Hipertrofi adalah suatu respons adaftif yang terjadi apabila terdapat peningkatan beban kerja suatu sel. Hipertrofi terutama dijumpai pada sel-sel yang tidak dapat beradaptasi terhadap peningkatan beban kerja dengan cara meningkatkan jumlah mereka melalui mitosis, contohnya sel otot rangka dan jantung.

Kesimpulan : Jadi yang terjadi apabila sel mengalami kerusakan adalah bervariasi. Tergantung jenis kerusakan sel dan letak kerusakan pada sel tersebut, ada yang dapat pulih kembali hingga menyebabkan kematian.

















BAB I



PENDAHULUAN



1.1 LATAR BELAKANG



Manusia di ciptakan allah SWT dengan sebaik – baiknya dan sempurna sesuai dengan surat al mu’minuun ayat 12 – 14 yaitu :

“12. Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

13. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

14. Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.”



Surat al hajj ayat 5 yaitu :

“5. Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya kami Telah menjadikan kamu dari tanah, Kemudian dari setetes mani, Kemudian dari segumpal darah, Kemudian dari segumpal daging yang Sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, Kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, Kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya Telah diketahuinya. dan kamu lihat bumi Ini kering, Kemudian apabila Telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.”



Sel secara harafiah merupakan unit kehidupan, entitas terkecil yang memiliki manifestasi berbagai fenomena yang berkaitan dengan kehidupan. Dengan demikian sel juga merupakan unit dasar penyakit.



Kita harus bisa menjaga dan merawat apa yang sudah di karuniai allah SWT.







1.2 MASALAH



1. Apakah sel ?

2. Bagaimanakah struktur dan fungsi dari organel sel?

3. Apakah fungsi sel?

4. Bagaimanakah sistem fungsional sel?

5. Mengapa sel sangat penting bagi mahluk hidup?

6. Bagaimanakah siklus kehidupan sel?

7. Apa sajakah jenis sel?

8. Bagaimakah komunikasi antar sel?

9. Bagaimanakah metabolisme sel?

10. Apa yang terjadi bila sel rusak?



1.3 TUJUAN PEMBELAJARAN



1. Mempelajari dan memahami histologi, fisiologi sel, biokimia sel, siklus sel, dan komunikasi antar sel

2. Mempelajari dan memahami Homeostasis

3. Mempelajari dan memahami fungsi dan struktur sel dan bagaimana sel itu mempertahankan homestasis dengan mencukupi kebutuhan hidupnya.







































BAB III



PENUTUP



3.1 SIMPULAN



 Sel secara harafiah merupakan unit kehidupan, entitas terkecil yang memiliki manifestasi berbagai fenomena yang berkaitan dengan kehidupan. Dengan demikian sel juga merupakan unit dasar penyakit.

Sel mempunyai banyak oraganel dan organel tersebut bekerja sesuai fungnya masing-masing.







.

















 Sel mempunyai siklus kehidupan yaitu :

a. Fase Interphase

b. Fase G1, S, dan G2

c. Fase Mitosis dan Meiosis



 Komunikasi antar sel bisa terjadi secara :

a. Direct communication messenger

b. Extracellular chemical messenger









3.2 SARAN



Jagalah pola hidup yang sehat dan pola makan yang sehat. Konsumsilah serat, mineral, dan makanan yang bergizi seperti 4 sehat 5 sempurna, dan sering-seringlah makan ikan. Semua itu kita jaga dan pelihara serta lakukan agar tubuh kita sehat, sel-sel yang ada dalam tubuh kita dapat bekerja dengan maksimal.















































BAB 11

PEMBAHASAN

2.1 SKENARIO

Sub modul 1

AKU



















Aku harus mempunyai struktur yang baik,

Semuanya harus berfungsi dengan baik,

Supaya metabolismeku tetap terjaga dalam kondisi yang baik

Bila salah satu tidak dalm kondisi baik, aku akan rusak



Bila hanya satu aku yang rusak, seringkali tubuhmu tidak mengeluhkannya

Bila ada beberapa aku yang rusak, tubuhmu akan mulai merasakannya

Bila banyak aku yang russak, organmu bisa tidak berfungsi

Dan bila semua aku rusak, maka semua organmu akan berhenti bekerja

Innalillahi wa innalilahi raji’un.



2.2 KATA KUNCI



1. Aku

2. Struktur

3. Fungsi

4. Metabolisme

5. Kerusakan

6. Organ

7. Tubuh

8. Behenti bekerja

2.3 PERMASALAHAN



1. Apakah sel ?

2. Bagaimanakah struktur dan fungsi dari organel sel?

3. Apakah fungsi sel?

4. Bagaimanakah sistem fungsional sel?

5. Mengapa sel sangat penting bagi mahluk hidup?

6. Bagaimanakah siklus kehidupan sel?

7. Apa sajakah jenis sel?

8. Bagaimakah komunikasi antar sel?

9. Bagaimanakah metabolisme sel?

10.Apa yang terjadi bila sel rusak?































































KATA PENGANTAR



Sistem Mekaniame Dasar Penyakit meruakan blok kedua pada tahun pertama

Program Studi Pendidikan Dokter. Sistem ini disajikan pada blok kedua karena Kita perlu menerapkan dan beradaptasi dengan metode belajar yang telah dipelajari pada blok sebelumnya. Selain itu, sistem ini disajikan lebih awal karena merupakan hirarki yang erlu dijalani sebelum membahas sistem – sistem organ.

Dalam sistem ini Kita akan mempelajari dasar-dasar ilmu kedoktertan

Meliputi anatomi tubuh manusia, histologi, biokimia, fisiologi, patologi klinik, patologi anatomi, mikrobiologi, parasitologi dan gizi.

Sistem MDP 2009/2010 menyajikan modul ini dengan enam sub modul yang

Memberikan gambaran sistematika cara berpikir dalam menghadapi masalah. Pembahasan Kita laksanakan melalui proses diskusi kelompok dan mengikuti 7 langkah pemecahan masalah yang telah diberikan pada blok sebelumnya.

Penyusun mengharapkan modul ini dapat membantu mahasiswa dalam

Memahami mekanisme dasar / patofisiologi berbagai penyakit yang akan disajikan pada sistem selanjutnya.



Semoga Kita bisa mempelajari sistem ini, dan diharapkan bantuan dari para tutor agar dapat membimbing kita dengan hati yg ikhlas dan bijaksana.





Penyusun























DAFTAR ISI



Daftar isi ... ... ... .. .. ..

Kata pengantar ... ... ... ... ...



BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang ... ... ... ... ...

1.2 Masalah ... ... ... ... ...

1.3 Tujuan ... ... ... ... ...



BAB II PEMBAHASAN

2.1 Skenario ... ... ... ... ...

2.2 Kata kunci ... ... .... ... ...

2.3 Permasalahan ... ... ... ... ...

2.4 pembahasan ... ... ... ... ...



BAB III PENUTUP

3.1 Simpulan ... ... ... ... ...

3.2 Saran ... ... ... ... ...



DAFTAR PUSTAKA ... ... ... ... ...

























DAFTAR PUSTAKA

- Elizabeth J. Corwin. Buku Saku Patofisiologi Edisi Revisi 3

- Sylvia A. Price and Lorraine M. Wilson. PATOFISIOLOGI Konsep Klinis

Proses-proses Penyakit

- http://abhique.blogspot.com/2009/10/adaptasi-sel-terhadap-cedera.html

- http://ahmad-cecep.blogspot.com/

- http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_(biologi)

- http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100724051000AAWFHmq

- http://www.sentra-edukasi.com/2010/04/pengertian-sel-dan-teori-mengenai-sel.html

- http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c4/Cell_cycle.png/250px-Cell_cycle.png

- http://www.anneahira.com/komunikasi-antar-sel.htm

- Elizabeth J. Corwin (2009). Buku saku patofisiologi edisi Revisi 3.terjemah: Nike Budhi

Subekti.EGC

- Diah Aryulina (2004). Biologi 2. Esis

- Guyton, C.A., Hall, J.E. (2006). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran edisi 11. Terjemahan: Irawati

Setiawan. pp. 13-49. EGC

-http:/www.wikipedia.org

- Sloane, Ethel.1995.anatomi dan fisiologi: untuk pemula.

- http://biologi.blogsome.com/2007/07/31/sel-prokariotik/

- http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_(biologi)#Struktur_sel

- http://monocotil.blogspot.com/2009/07/sejarah-penemuan-sel-dan-organel.html

- Biologi kelas XI, esis.

- Buku ajar fisiologi kedokteran

- Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11 karangan Arthur C. Guyton, MD, dan John E. Hall, PhD

- bukusoal.blogspot.com

- http://id.wikipedia.org/wiki/Sel

- http://sehat-utama.com/Tubuh_kita.html

- GUTON & HALL

- kuliah Prof. DR. dr. Johanna M. Kandouw, SpPA (K)

- Sylvia A. Price (Patofisiologi)

- Lorraine M. Wilson

- Slide dr. Busjra

- slide dr. nizzamudin

PENGERTIAN SEL DAN TEORI MENGENAI SEL

PENGERTIAN SEL DAN TEORI MENGENAI SEL

Homeostasis
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebasBelum DiperiksaLangsung ke: navigasi, cari
Homeostasis merujuk pada ketahanan atau mekanisme pengaturan lingkungan kesetimbangan dinamis dalam (badan organisme) yang konstan. Homeostasis merupakan salah satu konsep yang paling penting dalam biologi. Bidang fisiologi dapat mengklasifkasikan mekanisme homeostasis pengaturan dalam organisme. Umpan balik homeostasis terjadi pada setiap organisme.

Terdapat 2 jenis keadaan konstan atau mantap dalam homeostasis yaitu

1.Sistem tertutup - Keseimbangan statis
Di mana keadaan dalam yang tidak berubah seperti botol tertutup.
2.Sistem terbuka - Keseimbangan dinamik
Di mana keadaan dalam yang konstan walaupun sistem ini terus berubah contohnya seperti sebuah kolam di dasar air terjun.
Organisme mempunyai 2 lingkungan yaitu:

1.Lingkungan luar yaitu lingkungan yang mengelilingi organisme secara keseluruhan. Organisme akan hidup berkelompok dengan organisme-organisme (biotik) dan objek-objek yang mati (abiotik).
2.Lingkungan dalam yaitu lingkungan dinamis dalam badan manusia yang terdiri dari fluida yang mengelilingi komunitas sel-sel yang membentuk badan.
Biotik ialah komponen hidup yang meliputi semua organisme hidup. Contoh komponen biosis ialah:

Manusia
Tumbuhan
Hewan
Abiotik ialah komponen mati seperti:

Suhu
Nilai pH
Cahaya
Kelembapan
Topografi
Iklim
Daftar isi [sembunyikan]
1 Perubahan lingkungan
2 Faktor
3 Kepentingan
4 Mekanisme
5 Proses pengaturan dalam tubuh manusia
5.1 Air kencing
6 Pengaturan suhu badan dalam badan manusia
6.1 Pengaturan suhu dengan kaidah fisik
6.2 Pengawalan suhu dengan kaidah metabolik
7 Rujukan

[sunting] Perubahan lingkungan
Perubahan kecil dalam lingkungan dinamis dalam tubuh bisa menyebabkan sel-sel mati. Contoh-contoh yang akan menyebabkan sel-sel mati walaupun dalam jumlah kecil ialah seperti:

Dehidrasi - Kurang air
Zat makanan yang kurang
Sisa racun dikumpul dalam badan
Suhu berubah dengan mendadak
[sunting] Faktor
Setiap faktor mempunyai jumlah tertentu yang dapat mempengaruhi lingkungan dinamis. Contoh beberapa faktor dalam fluida yang perlu diatur jumlahnya:

pH - 7,3 - 7,4, berbeda dengan salur alimentari jumlah, pH adalah berbeda-beda pada tempat tertentu.
Suhu - 37oC - 39oC
Glukosa - 4,4 - 5,5 mmol/dm3
Urea - 3,3 - 6,6 mmol/dm3
[sunting] Kepentingan
Akibat perubahan kecil pada jumlah, hal ini akan menimbulkan masalah kepada organisme yang senantiasa berada dalam lingkungan luar yang tidak tentu dan cara hidup yang kurang sehat. Maka, untuk mengadaptasi perubahan ini, Tuhan telah menciptakan organ-organ tertentu dalam badan organisme untuk mengimbangi, mengatur, mengstabilkan, menyesuaikan, dan meneruskan lingkungan dalam supaya berada dalam keadaan yang stabil untuk sel-sel terus hidup dan berfungsi secara optimum.

Beberapa kepentingannya ialah:

Memungkinkan organisme beradaptasi pada lingkungan luar yang mempunyai jumlah dan habitat yang lebih luas.
Menyediakan keadaan dalam (lingkungan dinamis dalam badan organisme) yang stabil supaya sel-sel dapat menjalankan hidup dengan efisien.
Memungkinkan kadar metabolisme diatur secara efisien pada saat tertentu.
BolehMemungkinkan enzim-enzim menjalankan fungsinya dengan optimum.
[sunting] Mekanisme
Mekanisme ini diatur oleh otak terutama hipotalamus, yang bila terangsang akan merangsang koordinasi tubuh. Proses ini akan terjadi terus menerus hingga lingkungan dinamis dalam tubuh akan berada pada jumlah yang normal.

2 koordinasi badan yang terlibat ialah:

1.Kordinasi kimia - Seperti hormon
2.Kordinasi saraf - Seperti impuls saraf
Beberapa proses-proses yang terlibat ialah:

1.Umpan balik positif - Contoh demam, badan akan bertambah panas untuk membunuh bakteri dan virus.
2.Umpan balik negatif - Contoh keadaan panas, badan akan diatur untuk mengurangi panas badan.
Contoh homeostasis yang ringkas ialah

Apabila cuaca panas, sistem kulit akan merespon dengan mengeluarkan peluh melalui kelenjar keringat pada epidermis kulit untuk mencegah suhu darahnya meningkat, pembuluh darah akan mengembang untuk mengeluarkan panas ke sekitarnya, hal ini juga menyebabkan kulit berwarna merah.
Apabila kadar glukosa dalam darah telah habis atau berkurang dari jumlah tertentu, hati akan dirangsang oleh insulin untuk mengubah glikogen menjadi glukosa supaya dapat digunakan sebagai tenaga untuk kontraksi otot.
Organ-organ yang terlibat dalam pengaturan homeostasis antara lain:

Hati
Ginjal
Kulit
[sunting] Proses pengaturan dalam tubuh manusia
Diantara kemungkinannya ialah:

1.Apabila banyak garam dalam badan dan kurang air
2.Apabila kurang garam dalam badan dan banyak air
Apabila kadar garam lebih dari julat normal dan kurang air dalam badan, tekanan osmosis darah akan meningkat, osmoreseptor pada hipotalamus akan terangsang kemudian kelenjar hipofisis akan dirangsang lebih aktif untuk mensekresikan hormon ADH yang bersifat antidiuretik untuk meningkatkan permeabilitas tubulus ginjal terhadap air, kelenjar adrenal (hormon aldosteron) akan kurang dirangsang, maka lebih banyak air diserap dan kurang ion natrium dan ion kalsium diserap kembali masuk dalam tubuh, tekanan osmosis darah akan turun, proses ini akan berulang sehingga tekanan osmosis darah pada jumlah normal.

Apabila kadar garam lebih rendah dari jumlah normal dalam tubuh dan lebih banyak air dalam tubuh, tekanan osmosis darah akan menurun, osmoreseptor pada hipotalamus akan terangsang kemudian kelenjar pituitari akan kurang dirangsang untuk mensekresikan hormon ADH (antidiuresis) untuk mengurangi permeabilitas tubulus ginjal terhadap air, kelenjar adrenal (hormon aldosteron) akan dirangsang dengan lebih aktif, maka lebih sedikit air diserap dan lebih sedikit juga natrium dan kalsium diserap kembali masuk dalam tubuh, tekanan osmosis darah akan naik, proses ini akan berulang sehingga tekanan osmosis darah berada pada jumlah normal.

Fungsi hormon antidiuresis ialah:

Merangsang penyerapan kembali air pada tubulus ginjal - Menambah permeabilitas tubulus ginjal terhadap air.
Fungsi hormon aldosteron ialah:

Agar ion natrium dan ion kalsium dalam darah tetap seimbang - Penyerapan ion kalsium dan ion natrium pada tubulus ginjal.
Memelihara keseimbangan air dan garam dalam darah
Air yang tidak diserap masuk kembali dalam tubuh dan akan keluar sebagai air kencing.

[sunting] Air kencing
Proses pembentukan air kencing terdiri dari 3 proses yaitu:

1.Filtrasi
2.Reabsorpsi
3.Ekskresi
Diantara racun yang disalur keluar ialah:

Urea
Asam urat
Amonia
Obat - Contoh steroid
Kandungan air kencing antara lain:

Air
Urea
Asam urat
Amonia
Natrium
Klorida
Fosfat
[sunting] Pengaturan suhu badan dalam badan manusia
Terdapat 2 kaidah pengaturan suhu badan yaitu:

1.kaidah fisika
2.Kaidah metabolisme
Semua kaidah untuk mengatur suhu tubuh dibantu koordinasi tubuh.

[sunting] Pengaturan suhu dengan kaidah fisik
Dikenali\ sebagai kaidah fisik karena pengaturan lebih banyak kepada penggunaan otot-otot tubuh dan secara fisik. Di antara kemungkinan yang akan terjadi ialah:

1.Suhu badan tinggi melebihi normal
2.Suhu badan rendah melebihi normal
Apabila suhu badan tinggi, termoreseptor akan mentransfer suhu pada kulit, di otak, hipotalamus akan berfungsi sebagai termostat untuk mengatur suhu darah yang melaluinya, mekanisme koreksi akan diarahkan atau dirangsang oleh hipotalamus dengan menggunakan koordinasi tubuh.

Mekanisme koreksi apabila suhu badan tinggi ialah:
1.Vasodilasi yaitu pembuluh darah mengembang untuk berdekatan dengan kulit (lingkungan luar) yang memungkinkan panas dibebaskan keluar.
2.Bulu kulit ditegaskkan untuk mengurangi udara yang terperangkap pada kulit supaya panas mudah dibebaskan karena udara adalah konduktor panas yang baik. Bulu kulit diatur oleh otot erektor.
3.Lebih banyak darah pada kulit (kulit kelihatan merah) - Memudahkan panas darah terbebas keluar melalui proses penyinaran.
4.Berpeluh - Air keringat yang dirembes oleh kelenjar keringat mempunyai panas pendam tentu yang tinggi dapat menyerap panas yang tinggi dan terbebas ke lingkungan sekitar apabila air peluh menguap.
Apabila suhu tubuh rendah, termoreseptor akan menaikkan suhu pada kulit, di otak hipotalamus akan berfungsi sebagai termostat mengatur suhu darah yang melaluinya, mekanisme koreksi akan diarahkan atau dirangsang oleh hipotalamus dengan menggunakan koordinasi badan.

Mekanisme koreksi apabila suhu badan rendah ialah:
1.Vasokonstriksi yaitu pembuluh darah menyempit untuk menjauhi kulit agar panas tak banyak keluar ke lingkungan sekitar.
2.Bulu kulit ditegakkan agar lebih banyak udara yang terperangkap pada kulit supaya panas sukar dibebaskan karena udara adalah konduktor panas yang baik. Bulu kulit diatur oleh otot erektor.
3.Kurang darah pada kulit (Kulit kurang kelihatan kemerahan atau pucat) - Kurang mengalami proses penyinaran untuk mencegah panas terbebas keluar lingkungan.
4.Kurangnya keringat - Saat kurang air keringat dirembeskan oleh kelenjar peluh maka panas tak banyak dibebaskan melalui penguapan air peluh.
[sunting] Pengawalan suhu dengan kaidah metabolik
Dikenal sebagai kaidah metabolik karena pengaturan lebih kepada penggunaan kimia badan daripada secara fisik walaupun terdapat pengaturan yang melibatkan otot-otot. Kawalan ini melibat peranan:

Otot rangka
Kelenjar adrenal
Kelenjar tiroid
Dalam keadaan sejuk, hipotalamus akan mengatur otot rangka untuk vasokonstriksi secara aktif. Hal ini akan menyebabkan seseorang mengigil dan meningkatkan suhu badan. Pada saat yang sama, kelenjar adrenal akan mensekresikan hormon adrenalin dan noradrenalin sedangkan kelenjar tiroid akan mensekresikan hormon tiroksin, semua hormon ini bertujuan untuk meningkatkan suhu badan dengan cara meningkatkan metabolisme tubuh.

Dalam keadaan panas, aktivitas otot rangka akan berkurang, begitu juga dengan sekresi hormon-hormon tertentu oleh kelenjar adrenal dan kelenjar tiroid akan berkurang.

Hormon epinefrin dan norepinefrin bertindak dengan:

1.Meningkatkan kadar detak jantung dan kadar pernafasan.
2.Meningkatkan tekanan darah
3.Meningkatkan metabolisme badan
4.Meningkatkan kadar gula darah dengan merangsang pengubahan glikogen ke glukosa.
Pengaturan kadar gula sedikit dalam darah atau glukosa. Di antara kemungkinan yang mungkin terjadi ialah:

1.Kadar gula sedikit atau glukosa terlampau banyak
2.Kadar gula sedikit atau glukosa terlampau sedikit
Apabila kadar glukosa terlampau banyak, lebih dari jumlah normal, sel beta pada Pulau Langerhans akan mensekresikan lebih banyak hormon insulin, kadar glukosa dalam darah akan turun, proses ini akan berlanjut hingga kadar glukosa dalam darah berada pada jumlah yang normal.

Fungsi hormon insulin ialah:

Merangsang pengubahan glukosa ke glikogen untuk disimpan dalam hati.
Merangsang oksidasi glukosa untuk tujuan respirasi dalam sel.
Apabila kadar glukosa terlampau rendah, kurang dari jumlah normal, sel alfa pada kelenjar pulau-pulau Langerhans akan mensekresikan lebih banyak hormon glukagon, kadar glukosa dalam darah akan naik, proses ini akan berlanjut sehingga kadar glukosa dalam darah berada pada jumlah normal.

Fungsi hormon glukagon ialah:

Merangsang pengubahan glikogen ke glukosa dalam darah.
Sel-sel Langerhans terletak dalam pankreas.

[sunting] Rujukan
Kursus Sains Fajar Bakti (Penerbit Fajar Bakti) (008974-T) - 1999 - Biologi STPM Jilid 1 oleh Peter Chen terjemahan oleh Liew Shee Leong dan Lim Peng Lai - ISDN 967-65-0658-3
SASBADI (139288-X) - 2004 - Master Studi Sasbadi SPM Biologi Tingkatan 4 dan 5 oleh Mah Chee Wai, Dr. Tina Lim Swee Kim, dan Nazar Shaarani - ISDN 983-59-2090-7
'K' Publishing (144639) - 2004 - KBSM Biologi Tingkatan 5 oleh Zolkofli bin Awang, Nurul Uyun binti Abdullah, Norma binti Ismail, Fathiah binti Mansoor, dan Mohd. Nazri bin Md. Saad - ISDN 983-852-379-8

MODUL 1 LS & IT


Motivasi,Konsep Diri dan

Pembelajaran Efektif

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

PRODI KEDOKTERAN

Disusun oleh KELOMPOK 3 :

 Ketua : Brilliant Ibnu Sina

 Sekertaris : Diva Adlia Nurandi

Anggota: Aziz Rahman Muis

Diah Eka Permanawati

Dian Fitriany Suhardi

Dimas Dwityo Previanto

Dini Mudira Sari

Eka Widya

Elza Wahyuni

Fadillah Arifani

Mia Shofianne Liberty

Tutor : Dr.Jekti TR







BAB II

PEMBAHASAN



2.1 Skenario 1

Adi,18 tahun mahasiswa kedokteran salah satu perguruan tinggi di Jakarta merasakan hasil prestasi di semester 1 jauh dari standar yang dicapai.Saat mengikuti perkuliahan ternyata buku rujukan menggunakan bahasa inggris dan hampir segala aktivitas tugas menggunakan computer,sering tidak membuat tugas sehingga berpengaruh terhadap pencapaian nilai. Kegelisahan muncul apakah apakah Adi dapat menjadi dokter di desa nya kelak nanti.Keinginanmenjadi dokter muncul saat neneknya mengalami sakit keras pda saat membutuhkan pertolongan seoramg dokter ternyata di desa terpencil itu , untuk butuh seorang dokter harus memerlukan waktu 4 jam perjalanan mencapai puskesmas.

Adi terlahir di Desa Sumbersari di kaki lereng gunung Ciremei,membutuhkan perjalanan 6 jam kepusat kota,sarana kesehatan sangat minim dan tidak memadai, jalan berliku dan susah angkutan umum.Semenjak pengalaman neneknya sakit keras dan tidak tertolong beliau bercita cita selepas lulus SMA ingin melanjutkan menjadi dokter.SMA di Desa Sumbersari seperti biasa SMA di desa.Orang tua Adi bekerja sebagai petani.



2.2 Kata Kunci

 Mahasiswa Kedokteran

 Prestasi Menurun

 Motivasi menjadi Dokter,saat neneknya sakit

 Kegelisahan muncul

 Tempat tinggal terpencil

 Orangtua Petani

 Jarang buat tugas

 Buku Rujukan B.Inggris dan computerized





2.3 Pertanyaan

 Motivasi

1. Apa yang dimaksud dengan Motivasi ?

2. Apa saja klasifikasi motivasi?yang lebih dominan dalam skenario ini?

3. Faktor-faktor yang mendorong motivasi?



 Konsep Diri

1. Apa yang dimkasud dengan konsep diri?

2. Faktor yang mempengaruhi konsep diri?

3. Apa solusi untuk menghilangkan konsep diri negatif?



 Proses Pembelajaran Efektif

1. Apa definisi dari pembelajaran efektif?

2. Apa hubungan konsep diri dengan pembelajaran?

3. Hambatan pembelajaran efektif?

























2.4 Analisis Masalah





Adi memiliki konsep diri yang negatif dan motivasi internalnya kurang, karena dalam belajar Adi kurang mahir dalam menggunakan komputer dan Bahasa Inggris yang membuat prestasinya menurun sehingga menyebabkan IPK rendah dan tidak lulus tepat waktu / DO.

2.5 Pembahasan



 MOTIVASI

Motivasi belajar dapat didefinisikan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam dan di luar diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai.





 Klasifikasi – Irwanto

 Motivasi Kuat

 Motivasi Sedang

 Motivasi Lemah



 Klasifikasi Motivasi -Woodworth & Marquis

 Kebutuhan-kebutuhan organis (Organic Motive)

 Motif-motif darurat (Emergency Motive)

 Motif-motif obyektif (Objective Motive)

Faktor Pendorong

Faktor Eksternal

• Lingkungan

• Pemimpin dan kepemimpinanannya

• Dorongan atau bimbingan yang diterima

Faktor Internal

• Pembawaan individu

• Tingkat pendidikan

• Pengalaman masa lampau

• Keinginan atau harapan

( Kuliah Dra. Isje 2010 )



Solusi Konsep diri negatif :

 Merubah cara berfikir sesorang yang memiliki konsep diri negatif

 Lebih membuka diri untuk bergaul dengan orang lain

 Mengenali kemampuan dirinya sendiri

 Mendatangi psikolog untuk di berikan motivasi

 Memperbaiki motivasi diri

Proses Pembelajaran

 Pembelajaran adalah suatu proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU RI No. 20 2003)

 Pembelajaran adalah suatu respon terhadap suatu situasi, yang menimbulkan perubahan pada tingkah laku, penambahan pengetahuan atau ketrampilan untuk penyesuaian diri atau bermanfaat untuk dirinya. (dr. Busjra)

2.6 Hambatan:

Internal

 Kondisi psikologis tidak siap

 Kejenuhan Belajar

 Tidak suka subjek pelajaran

 Tingkat Intelektual

Eksternal

 Lingkungan : Keluarga, Sekolah, Masyarakat

 Sikap Guru

 Materi yang tidak memadai

 Tingkat Kesukaran

 Faktor Ekonomi



BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN:

Penyebab menurunnya prestasi adi.

 Motivasinya kurang

 Konsep dirinya cenderung negatif

 Proses belajar yang kurang efektif(kurang mampu berbahasa inggris dan menguasai komputer)

3.2 Solusi :

 Membangkitkan motivasi(khususnya internal)

 Menghilangkan konsep diri negatif

 Memperbaiki cara belajar

RESEP SUKSES

 William A. Ward :

 “ Belajar ketika orang lain tidur, bekerja ketika orang lain bermalasan, dan bermimpi ketika orang lain berharap."

3.3 PENUTUP

 Man arodad dunya fa alaihi bil ’ilmi

 Wa man arodal akhirah fa alaihi bil ’ilmi

 Wa man aroda huma fa alaihi bil ’ilmi.

 Siapa yang menginginkan dunia, dia harus punya ilmu

 Siapa yang mengimginkan akhirat, dia harus punya ilmu

 Siapa yang menginginkan keduanya, dia harus punya Ilmu


3.4 REEFERENSI

 Irwanto

 Woodworth & Marquis

 William D. Brooks

 Kuliah Dr. Busjra 2010

 Kuliah Dra. Isje 2010

 Kuliah Dr. Slamet 2010





































DOKTER - DOKTER TERSAYANG

THE FUTURE DOCTORS















Diberdayakan oleh Blogger.
http://www.emocutez.com
Powered By Blogger